Janji 19 Juta Lapangan Kerja: Realita atau Mimpi Basah masyarakat?
- On
- InPolitics

Gema Kampanye Gibran yang Kini Diuji Rakyat
JAKARTA, 25 Juli 2025 – Janji Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk membuka 19 juta lapangan pekerjaan kini mulai diuji oleh kenyataan. Di tengah bursa kerja yang digelar di SMKN 57 Jakarta Selatan, suara keresahan dan harapan publik mulai terdengar lantang, terutama dari kalangan muda pencari kerja.
Ihsan (21), lulusan Teknik Elektro dari Universitas Negeri Semarang, hadir bukan hanya untuk melamar kerja.
Ia datang membawa harapan besar sekaligus kegelisahan—menagih janji politik yang dulu dikumandangkan Gibran dalam debat Pilpres 2024.
Dalam debat cawapres 21 Januari 2024, Gibran menyebut 19 juta pekerjaan akan diciptakan lewat sektor-sektor seperti ekonomi digital, kreatif, hilirisasi industri, hingga green jobs—pekerjaan berbasis energi dan lingkungan yang diklaim akan menyerap 5 juta tenaga kerja.
Namun sejauh ini, realisasinya belum terlihat.
Bursa kerja masih dipenuhi pencari kerja muda seperti Ihsan yang merasa lapangan kerja lebih banyak formalitas daripada solusi nyata.
Keluhan soal pengalaman kerja menjadi sorotan utama.
Banyak perusahaan masih mensyaratkan pengalaman profesional, padahal mayoritas pelamar adalah lulusan baru yang hanya bermodal semangat, organisasi, dan magang.
Ihsan berharap dunia kerja membuka diri, terutama terhadap stereotip negatif generasi muda, khususnya Gen Z.
Di tengah kondisi pengangguran muda yang tinggi dan angka pesimistis terhadap realisasi 19 juta pekerjaan, suara seperti Ihsan menjadi pengingat bahwa janji politik bukan sekadar retorika, tapi tanggung jawab nyata kepada rakyat.
Newsletter Updates
Enter your email address below and subscribe to our newsletter